Sosialisasi Daur Ulang Sampah Organik dan Anorganik “Daur Ulang Mandiri Pangan & Komposter”

KKN UNS 107 Mengajak Warga Desa Tempel untuk Mengoptimalkan Sampah Organik dengan Gerakan “Daur Ulang Mandiri Pangandan Komposter”

Rabu, 12 Februari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan gerakan “Mandiri Pangan, Mandiri Tanam, dan Komposter Sampah Dapur” di Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengolahan sampah organik serta mendorong pemanfaatan sampah dapur menjadi kompos dan media tanam berkelanjutan.

Hafids Assidiqqi Sularman, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNS, selaku penanggung jawab Komposter Sampah Dapur, menyebutkan bahwa “Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs nomor 12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dengan mendorong warga untuk lebih sadar dalam mengelola sampah organik. Dengan adanya komposter sederhana, masyarakat dapat mengubah limbah dapur menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman mereka, mengurangi sampah yang terbuang, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian rumah tangga.”

Sementara itu, Annisa Ramadhani, penanggung jawab Gerakan Mandiri Tanam, Mandiri Pangan, menambahkan bahwa “Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi warga tentang cara menanam tanaman secara mandiri menggunakan galon bekas sebagai media tanam berkonsep hidroponik sederhana. Dengan metode ini, masyarakat dapat menanam sayuran atau tanaman lain tanpa harus memiliki lahan luas, sehingga lebih praktis dan dapat diterapkan di rumah masing-masing.”

Kegiatan ini diawali dengan sesi penyuluhan mengenai pentingnya daur ulang sampah organik dan manfaat pertanian mandiri bagi rumah tangga. Setelah itu, mahasiswa KKN 107 UNS melakukan demonstrasi langsung cara membuat media tanam dari galon bekas serta pembuatan komposter sederhana untuk mengolah sampah dapur. Demonstrasi ini menarik perhatian warga, terutama ibu-ibu PKK, yang aktif bertanya tentang teknis pembuatan dan pemeliharaan tanaman dalam galon.

Meski awalnya direncanakan ada praktik langsung oleh warga, mereka lebih memilih untuk menyimak demonstrasi dan mendapatkan alat yang telah disediakan untuk masing-masing dukuh agar dapat mempraktikkan sendiri di rumah. Setiap dukuh diberikan satu set alat berupa galon bekas yang telah disiapkan sebagai media tanam, bibit tanaman, serta bahan untuk membuat komposter. Dengan demikian, warga tetap dapat mengimplementasikan ilmu yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dapat berjalan lancar berkat dukungan penuh dari warga Desa Tempel, khususnya ibu-ibu PKK, yang menunjukkan minat besar terhadap inovasi daur ulang sampah organik dan pertanian mandiri. Antusiasme yang tinggi dari peserta mencerminkan kesadaran yang semakin meningkat akan pentingnya pemanfaatan limbah organik untuk keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan keluarga.

Tim KKN 107 UNS berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga, terutama dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, mengurangi limbah organik, serta meningkatkan ketahanan pangan secara mandiri di tingkat rumah tangga. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menerapkan konsep mandiri pangan dan mandiri tanam sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.